Marah

01Jun08

Assalamu’alaikum wr.wb

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu pernah marah kepada diri sendiri atau orang lain. Sikap marah timbul ketika kita tidak mampu mengalahkan nafsu (emosi), tersinggung, merasa disakiti, dilecehkan, atau diperlakukan kasar oleh orang lain.

Bila sikap marah telah berkuasa pada diri kita dan kita lepas dari kendali akal dan agama, maka perbuatan dan tindakan kita akan menimbulkan akibat negatif pada diri sendiri dan masyarakat sekitar. Marah yang tak terkontrol mengakibatkan tidak kekerasan, caci maki, mengumpat, dendam, hasud, permusuhan, pencurian, pembunuhan, dan perbuatan jahat lainnya.

Dalam Al-quran dan hadis Nabi Muhammad, kita tak jarang menemukan kata marah, yang biasa disebut ghadzab. Misalnya, hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah, ” Wahai, Rasulullah, perintahkan aku untuk mengerjakan amalan baik yang kuanggap sedikit!” Rasulullah bersabda, “jangan marah!” Nabi mengulangi berkali-kali, dan tetap bersabda, “jangan marah!”.

Menurut Imam Al-Ghazali, dalam Celanya Marah, Dendam dan Dengki, kekuatan marah terletak dalam lubuk hati manusia. Marah adalah seberkas api dari neraka Allah yang menyala-nyala dan membakar hati manusia. Biasanya, mata akan memerah kalau kita sedang marah. Sikap marah menyeret kita ke dalam urat nadi setan, karena setan berasal dari api.

Imam Al-Ghazali lebih jauh menjelaskan marah tidak bisa dihilangkan sama sekali, tapi bisa dilemahkan(ditahan) dengan jalan latihan. Sebab, lanjutnya, marah itu berfaedah juga untuk melawan orang kafir, mencegah perbuatan munkar, dan melaksanakan tugas-tugas kebaikan. Jalan latihan itu, misalnya, dengan mujahadah yang artinya membiasakan diri berbuat lembut dan menyimpan rasa marah.

Jika sikap marah tiba-tiba menyerang hati, kata Imam Ghazali, sepatutnya kita cepat menyadari bahwa kita tidak punya alasan untuk marah. Ia menyarankan, bila kita sedang marah untuk segera berwudhu dan membaca ta’awwudz, karena marah itu dari setan.

Bila kita mampu menahan marah, berarti kita tergolong orang-orang yang takut kepada Allah, karena kita bisa mengalahkan godaan setan. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,dan orang-orang yang menahan marahnya dan memaafkan(kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”(QS 3: 133-4).

Allah juga berjanji akan melindungi kita yang berhasil menahan marah dari api neraka-Nya. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menahan marahnya, maka Allah akan menahan siksa-Nya kepada orang itu”.

Wassalamu’alaikum wr.wb



No Responses Yet to “Marah”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: